Hidup Sebatang Kara, Warga Sengon Jombang Ditemukan Meninggal Dunia Usai 3 Hari Tak Terlihat

JOMBANG – Kematian sunyi kembali terjadi di pemukiman padat penduduk. Warga Dusun Sengon, Desa Sengon, Kecamatan Jombang, digemparkan dengan penemuan jasad seorang pria berinisial M (60) yang ditemukan membusuk di dalam kamar rumahnya, Minggu (26/4).

Kejadian ini menjadi pengingat pahit tentang pentingnya interaksi sosial, mengingat korban diduga telah meninggal dunia lebih dari tiga hari sebelum akhirnya ditemukan.

Kronologi: Aroma Tak Sedap yang Mengusik Warga Kecurigaan warga sebenarnya sudah muncul sejak Jumat silam. Beberapa tetangga sempat mencium aroma tidak sedap saat melintasi rumah korban. Namun, awalnya warga mengira bau tersebut berasal dari bangkai hewan.

“Baunya makin hari makin tajam. Ditambah lagi, lampu rumah korban terus menyala siang dan malam, tapi orangnya tidak pernah terlihat keluar,” ujar salah satu warga sekitar.

Puncaknya pada Minggu pagi, warga bersama perangkat desa berinisiatif mendobrak pintu rumah yang terkunci dari dalam. Di dalam sebuah kamar yang pengap, korban ditemukan terbujur kaku di atas tempat tidur dengan kondisi tubuh yang mulai mengalami dekomposisi (pembusukan).

Hasil Olah TKP dan Analisis Kepolisian Tim Inafis Polres Jombang yang tiba di lokasi segera melakukan pemeriksaan mendalam. Dari hasil analisis di tempat kejadian perkara (TKP), petugas tidak menemukan adanya kerusakan pada pintu atau jendela selain yang didobrak warga, serta tidak ada barang berharga milik korban yang hilang.

Secara medis, pemeriksaan luar terhadap jasad tidak menunjukkan adanya tanda-tanda kekerasan fisik atau bekas penganiayaan. Berdasarkan keterangan keluarga dan saksi, korban diketahui memang hidup sebatang kara dan memiliki riwayat penyakit menahun yang diduga menjadi penyebab kematiannya.

Sudut Pandang Jurnalis: Fenomena ‘Lonely Death’ di Perkotaan Tragedi di Sengon ini menambah daftar panjang kasus kematian yang baru diketahui setelah berhari-hari. Secara sosiologis, ini menunjukkan celah dalam sistem kontrol sosial di masyarakat. Meski berada di lingkungan yang padat, isolasi mandiri karena faktor usia atau kesehatan seringkali membuat seseorang “terlupakan” hingga maut menjemput.

Hingga saat ini, pihak kepolisian telah menyerahkan jenazah kepada pihak keluarga setelah proses visum di RSUD Jombang selesai. Keluarga korban menerima kejadian ini sebagai musibah dan menolak untuk dilakukan autopsi lebih lanjut.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *